Salah satu tempat wisata menarik di derah Malang adalah air terjun Coban Rondo letaknya kira-kira 12 km dari kota Batu, atau lebih tepatnya di desa Pandansari, kecamatan Pujon. Untuk mencapai daerah wisata ini tidak terlalu sulit karena bisa ditempuh dengan memakai kendaraan bermotor ataupun angkutan umum karena letaknya tidak jauh dari keramaian umum.

Dari loket pembelian karcis, Anda harus berjalan sekitar 2 kilometer untuk dapat mencapai lokasi air terjun. namun perjalan menuru air terjun Coban Ronggo ini tidak akan terasa sulit karena jalan setapak yang dilewati sudah bagus, didukung juga rimbunnya pohon, sehingga udara juga terasa cukup sejuk.

Fasilitas di daerah wisata ini juga tidak kalah menarik dengan adanya wisata out bound, bumi perkemahan di alam bebas, atraksi gajah, arena permainan anak dan juga biaya penginapan yang tidak terlalu mahal. Terdapat juga para pedagang yang menawarkan makanan-minuman dan berbagai suvenir untuk oleh-oleh.

Kenapa dinamai Coban Rondo? Coban merupakan kata dari bahasa Jawa yang artinya air terjun, sedangkan Rondo berarti Janda. Nama Coban Rondo diambil dari kisah legenda Cubanrondo.Kisahnya adalah ketika pasangan suami istri yang baru menikah. Sang istri bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi. Sedangkan suaminya bernama Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro.Ketika pernikahan sudah mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarmwati mengajak suaminya untuk mengunjungi Gunung Anjasmoro, daerah asal suaminya. Orang tua Dewi Anjarwati melarang keduanya pergi karena baru selapan. Tetapi, Dewi Anjarwati dan suaminya tetap berkeras untuk pergi.Ketika dalam perjalanan, mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak diketahui asal-usulnya. Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya.Akhirnya perkelahian antara Raden Baron Kusuma dengan Joko Lelono tidak dapat dihindarkan. Kepada punokawan yang menyertainya, Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di tempat yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian terus berlangsung sampai akhirnya Raden Baron dan Joko Lelono sama-sama tewas. Dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda atau dalam bahasa Jawa yaitu rondo. Sejak saat itu, air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu suaminya disebut Coban Rondo. Konon, batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.

About these ads

»

  1. belaa mengatakan:

    aku suka banget air terjun coban rondo aku pernah mengunjungi sampai 7 kali karna saat aku di sana aku dapat merasakan keindahan nya tapi sayang waktu yang ke 6 hujan dech tapi anehnya nuansa alam nya tetap terasa indah,,,

  2. KhoDafi mengatakan:

    Air terjun coban rondo tmpt yg bgus,yg sngt bnyk mmbri knangn kpdq ma sang mntanq dlu,yg kini g tau kbrdaan sang mntanq,,q msh syng n msh tringt trs tntng q dan dy dan jg air terjun coban rondo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s